Flexi, Esia, StarOne Dicabut, Jangan Minta Kompensasi iPhone 6!

Senin, 06 Oktober 2014

Administrator

Teknologi

Dibaca: 1819 kali

Jakarta - Dengan dicabutnya lisensi fixed wireless access Flexi, StarOne, ‎dan terakhir Esia yang akan gabung dengan Smartfren, itu artinya akan ada banyak handset CDMA yang tak bisa digunakan. Tenang, kompensasi sudah dicanangkan, asalkan tidak minta iPhone 6 sebagai gantinya.

Menurut Muhammad Ridwan Effendi, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), masalah kompensasi sudah menjadi kewajiban operator terkait imbas pencabutan lisensi demi penataan frekuensi radio 800 MHz.

"Tenang, akan ada insentif, termasuk paket penggantian ponsel. ‎Pasti diganti, asalkan jangan minta iPhone 6 ya," ujarnya santai saat berbincang dengan detikINET, Selasa ( 23/9/2014).

Hal yang sama juga ditegaskan Merza Fachys, Direktur Smartfren Telecom. Menurutnya, kompensasi penggantian handset sudah menjadi pembahasan di internal.

"Dapat langsung iPhone 6," katanya. Ucapan Merza tentu hanya main-main. Namun yang pasti, handset pelanggan yang nanti tak dapat digunakan lagi pasti akan diganti.

"‎Ya nanti waktu LTE launch kan iPhone 6 sudah kuno, sudah ada iPhone 9," kata Merza masih dalam konteks bercanda.

Seperti diketahui, Smartfren akan melakukan perombakan bisnis besar-besaran sejak kedua spektrum frekuensinya bergeser. Di 1.900 MHz, frekuensi yang tadinya 7,5 MHz akan jadi 30 MHz setelah berpindah ke 2,3 GHz mulai 2015 mendatang.

 
http://images.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png
 
 
 

Flexi, Esia, StarOne Dicabut, Jangan Minta Kompensasi iPhone 6!

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Selasa, 23/09/2014 11:47 WIB
Halaman 2 dari 2

Sementara di 800 MHz, frekuensinya akan digabungkan dengan bekas Esia milik Bakrie Telecom setelah lebih dulu dipulangkan ke Kementerian Kominfo. Nantinya, Smartfren-Esia ini akan punya lebar pita 11 MHz di spektrum 800 MHz.

Rencananya, kedua spektrum di 800 MHz dan 2,3 GHz itu akan beralih dari teknologi CDMA ke teknologi netral agar bisa menggelar layanan FDD 4G LTE mulai tahun depan.

Masalah pergantian handset juga sudah pernah diutarakan oleh Telkom terkait kompensasi Flexi. Pergantian akan dilihat dari ARPU atau penggunaan pulsa pelanggan dalam waktu tiga bulan terakhir.

Nantinya yang akan mengurusi penggantian handset mantan pengguna Flexi adalah PINS Indonesia, anak usaha Telkom yang mengurusi perangkat. PINS sendiri telah memiliki 25% saham di TiPhone. Jadi kemungkinan besar, handset yang akan diganti setelah pelanggan Flexi pindah ke Telkomsel bakal menggunakan ponsel keluaran TiPhone.

Sejauh ini, pelanggan yang masih tercatat di jaringan Flexi sekitar 4 juta pelanggan. Sementara Esia sekitar 12 juta. Sedangkan StarOne, jumlahnya tak sampai 100 ribu.

Menurut Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo, Muhammad Budi Setiawan, para pelanggan existing di FWA ini akan digabungkan ke entitas baru.

Itu artinya, Telkomsel lewat Kartu As Flexi akan mendapatkan tambahan 4 juta pelanggan baru dari 138 juta yang sudah ada. Sementara Smartfren akan menjadi sekitar 25 juta dari limpahan Esia. Sementara Indosat tak mendapat tambahan angka signifikan karena pelanggan StarOne jumlahnya tak banyak.

sumber: detik.com

Berita Terkait

    Komentar via Facebook

    Kembali ke atas