Telkomsel Komitmen Bangun Ekosistem Digital di Kaltim

Minggu, 29 September 2019

Administrator

Telekomunikasi

Dibaca: 18 kali

JAKARTA — Telkomsel berkomitmen pembangunan ekosistem digital di Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara (KK) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini menjelaskan Telkomsel mematangkan infrastruktur di dua kabupaten calon ibu kota baru Indonesia tersebut, agar siap menghadirkan layanan data secara maksimal.

Dia menjelaskan, hingga kini, Telkomsel menggelar lebih dari 1.140 BTS (67 persen di antaranya BTS broadband 3G/4G) di Kutai Kartanegara, serta lebih dari 220 BTS (68 persen di antaranya BTS broadband 3G/4G) di Penajam Paser Utara.

Sementara itu, jaringan 4G Telkomsel sudah menjangkau 91 persen populasi di Kutai Kartanegara dan 93 persen populasi di Penajam Paser Utara. Teknologi 4G yang kini sudah berkembang menjadi 4.9G, juga mendapat perhatian Telkomsel melalui pengadaan BTS 4.9G Massive MiMo yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur sejak 2018.

 

“Ketersediaan jaringan Telkomsel di dua kawasan tersebut berkontribusi terhadap penetrasi pelanggan pengguna smartphone sebanyak 70 persen di Kutai Kartanegara dan 66 persen di Penajam Paser Utara,” kata Emma dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/8).

Secara keseluruhan, Kalimantan Timur merupakan provinsi di Kalimantan dengan jumlah BTS terbanyak, yaitu 5.500 unit. Selain itu, Telkomsel merupakan penyedia jaringan pertama di Kabupaten Mahakam Ulu, wilayah Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Emma mengatakan Telkomsel juga terus bergerak maju mengakselerasikan ekosistem digital di Kalimantan Timur dengan berbagai program. Tujuannya, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat di sana. Salah satunya, mengakselerasikan literasi digital melalui program Internet Baik. Dengan itu, masyarakat menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bergerak maju memanfaatkan internet secara bijak.

Sejak diperkenalkan pada 2016, Emma mengatakan program itu secara konsisten melindungi anak-anak dan remaja sebagai digital native dari dampak negatif dunia maya, seperti pornografi hingga cyberbullying. Pun Telkomsel pernah hadir dengan kampanye Internet Baik di Kutai Kartanegara.

sumber: republika.com

Berita Terkait

    Komentar via Facebook

    Kembali ke atas