Investasi e-Commerce 2017 Capai USD4,8 Miliar

Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan investasi perdagangan digital atau e-commerce mencapai USD4,8 miliar pada 2017. Angka investasi di sektor ini separuh dari investasi di sektor minyak dan gas (migas) sebesar USD9 miliar pada kurun waktu yang sama.

"Tim saya dalam hitungan kasar, total pengumuman ivnestasi di e-commerce USD4,8 miliar di 2017," kata Lembong dalam sebuah jumpa pers di Gedung BKPM,  Jakarta,  Selasa 30 Januari 2018.

Meski tumbuh 30 sampai 50 persen,  angka tersebut,  kata Thomas belum mencakup investasi atau arus modal yang masuk dari e-commerce,  digital ekonomi dan startup. Sejauh ini dominasi investor e-commerce ialah negara Tiongkok.




"Kalau kita lihat total PMA kita antara USD25 sampai USD35 miliar, kalau investasi e-commerce sudah USD5 miliar, ini porsi sangat besar dan pertumbuhannya tinggi," imbuh dia.

Lembong mengungkapkan,  semestinya data investasi e-commerce dalam negeri melebihi triliunan rupiah. Namun pihaknya belum mengantongi seluruh data dari pelaku e-commerce sehingga angka investasi di sektor ini masih berupa data sementara.

Menurutnya BKPM mengalami kesulitan dalam melakukan klasifikasi bidang usaha di sektor e-commerce,  seperti Gojek,  apakah masuk ke ranah startup atau transportasi.


"Kita seringkali mengalami kesulitan klasifikasi ke dalam bidang usaha mana karena sangat beragam," imbuhnya.

Lembong pun berjanji akan membenahi pendataan untuk investasi perdagangan online dan digital ekonomi dalam tiga tahun ke depan.

"Perlu perhatian khusus dari pemerintah, jangan sampai ini menghadapi kendala atau faktor negatif yang membuat invesatsi ini lari ke negara lain," tutupnya. 


(metrotvcom/SAW)

Solusi Telepon Kantor murah bisa anda dapatkan melalui MGM.

Berita Terkait

    Komentar via Facebook

    Kembali ke atas